RSS

Arsip Kategori: Pantun

PANTUN NASEHAT INSAN

Asam kandis asam gelugur
Kedua asam siriang-riang
Menagis mayat didalam kubur
Mengenang badan tidak pernah semabahyang

Kalau begini Tanah nan selayang
Kebarat jua arah condongnya
Kalau hidup tak pernah sembanhyang
Alamat badan melarat kesudahannya

Pergi belanja kekota baru
Jangan lupa membeli pita
Kalau tak mau ingatkan nasehat guru
Alamat badan akan celaka

Pisang emas dibawa berlayar
Masak sebiji didalam peti
Hutang emas dapat dibayar
Hutang budi di kenang sampai mati

Kemumu didalam semak
Jatuh melayang suaranya
Meski ilmu setinggi tegak
Kalau tak sembahyang apalah gunanya

Kapan anda berolah raga
Pergilah segera ketanah lapang
Sedihlah hatiku senantiasa
Teringat Ibu dikampung seberang

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Barulah sesal didapati

Kehulu membeli pagar
Jangan terpotong batang durian
Carilah Guru untuk belajar
Supaya jangan sesal kemudian

Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Pantun

 

BACK TO 1995 ( part 3 )

Inilah cerita anak manusia
Yang selalu menanggung derita
Tiada sesaat pun mengecap bahagia
Bagaikan hidup berkabung duka

Beginilah nasib suratanku
Tanpa kekasih disampingku
wahai batapa malang nian nasibku
Demikin remajaku pun jadi kelabu

Bercucuran air mataku
Bila aku kenang nasibku
Tapi tuhan maha tau
Hamba tak boleh menggerutu

Tapi janganlah selalu berputus asa
Karena tuhan pasti mendengar kita
Nasib buruk ada akhirnya
Bila diikuti doa dan usaha yang nyata

Usaha dan asa kan slalu ada
Pasti dapat mengubah nasib sengsara
Karena tuhan amat pemurah
Yang selalu mendengar doa dan pinta

Tunggu-tunggu bulan puasa
Menunggu hari bahagia malam lebaran
Tunggu-tunggu abang yang berputus asa
Jangan menunggu abang yang penasaran

Enam lima empat dan tiga
Delapan dan satu jadi sembilan
Gadis jelita siapa gerangan yang punya
Bolehkah abang ingin berkenalan

Kalau tuan mandi kehulu
Ambilkan hamba bunga kamboja
Kalau tuan mati dahulu
Nantikanlah hamba dipintu sorga

Malam ini merendam jagung
Malam besok memasak kedelai
Malam ini kita berkampung
Malam esok kita kan bercerai

Kalau adik naik kereta
Jangan lupa singgah distasiun
Jangan dikira abang dapat bercerai lama
Tak jumpa sehari rasanya setahun

Bertanam sagu didarat jebus
Memotong padi disungai Jambi
Kalaulah tumbuh kacang yang direbus
Barulah abang ingkar janji

Kucing kurus mandi dipapan
Papan juga sikayu jati
Badanku kurus bukan tak makan
Tapi selalu memikirkan sijantung hati

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Pantun

 

BACK TO 1995 ( part 2 )

Darimana datangnya lintah
Dari rawa turun kekali
Darimana datangnya cinta
Dari mata turun kehati

Buah duku buah rambutan
Tumbuh satu didalam hutan
Biar kita tak saling berdekatan
Yang penting kita selalu SMS-an

Buah Duku Buah durian
Semuanya habis dimakan orang utan
Rinduku ini bukanlah buatan
Bagaikan paku lengket dipapan

Hati-hati menaruh gelas
Kalau pecah segera lah dibuang
Hati-hati jika menulis sms
Nanti bisa ketahuan orang

Jalan-jalan kekota paris
Melihat rumah berbaris-baris
Biarlah abang mati di ujung keris
Asalkan dapat adik yang manis

Sungguh elok permata berlian
Buatan dewa dari angkasa
Pahit sungguh rindukan bulan
Tapi sayang bulan tak menimbang rasa

Apalah guna main kekota
Kalau tidak memakai sepatu
Untuk apa bermain cinta
Kalau tidak dapat doa dan restu

Bukan kutakut memetik bunga
Tapi kutakut layu ditangan
Bukan kutakut bermain cinta
Tapi ku takut ditinggalkan

Unggas Undan Si raja burung
Terbang kedesa suka mandiri
Wahai badan apalah untung
Hidupku senantiasa bersusah hati

Danau toba dilereng bukit
Dalam perahu ikan belanak
Kalau tidak jumpa jadi penyakit
Tidur tak nyeyak makanpun tak enak

Kalau ada kembang yang baru
Kembang kenanga dibuang jangan
Kalau ada teman yang baru
Sahabat lama di lupa jangan

Rokok sepucuk diatas meja
Anak belanda main ketitiran
Surat saya datang menyembah
Apa isi harap dimaklumkan

Buat apa keposyandu
Kalau tidak kena cacar
Buat apa bermalam minggu
Kalau tidak mempunyai pacar

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Pantun

 

BACK TO 1995 ( part 1 )

Kemarin saya lagi bersih-bersih dikamar saya dan saya membersihkan buku-buku saya yang lama sekali tak tersentuh tangan-tangan manusia yang mau membacanya. dan ternyata sobat saya menemukan diantara sekian banyak tumpukan buku-buku usang yaitu buku diari saya semasa kelas 1 SLTP dulu sekitar tahun 1995. saya terkejut sekali dan saya buka halaman demi halaman dan tak terasa saya melalang buana kembali kemasa silam saat masa-masa indah itu terulang kembali bersama baris-baris yang saya tulis dulu, isinya campur aduk dari bahagia, derita, suka, sedih pokoknya saya seolah berada dimasa-masa itu. Dan didalam buku diary saya ada sekumpulan pantun yang saya tulis sendiri dulu, yang mana pada masa itu pantun sangat populer sebagai salah satu bentuk sastra dan seni bahasa, apalagi kumpulan pantun yang saya kumpulkan tersebut adalah temanya percintaan semua …hehhehe… (romantis-red). karena dulu teknologi belum maju seperti saat ini jadi setiap saya ingin mengungkapkan isi hati pada sang pujaan hati saya menulis surat cinta serta tak lupa membumbui nya dengan pantun cinta sesuai dengan keadaan hati dan isi surat itu. Nah daripada usang saya pikir tak ada salahnya saya posting disini.. ya..kan?? hitung-hitung mengingat kembali sejarah saya dulu siapa tau ini juga bisa bermanfaat buat pembaca dan sobat MB semua yang mau mengungkapkan suasana hati dengan bahasa pantun …., key sobat ini pantun nya :
Dari mana hendak kemana
Dari jabun kebandar cina
Kalau boleh abang bertanya
Adik yang manis siapa yang punya
Kapal laut kapal udara
Ditembak pasukan belanda
Kalaulah adik berkasih dua
Tinggalkan abang ambillah dia
Selat malaka airnya tenang
Tempat berlabuh perahu bugis
Jangan disangka hidupku senang
Mulut tertawa hati menangis
Kalaulah adik membeli baju
Beli saja model terbaru
Kalau lah memang adik cinta dan sayang padaku
Kenapa tak bilang saja I Love You
Tanjung Karang airnya biru
Tempat badut mencuci muka
Lagi sekampung sudah sangat rindu
Apalagi kalau jauh dimata

Kalau sudah pakai sepatu
Janganlah lagi memakai kain
Kalau sudah punya yang satu
Jangan pula lagi cari yang lain

Layang-layang jatuh melayang
Jatuh ketanah bergambar wayang
Siapa bilang kalau abang tak sayang
Nyatanya siang dan malam adik slalu terbayang

Rumput manis dibawah tangga
Dibuat orang sampiran kain
Berkata manis kepada saya
Maksud dan tujuan kepada orang lain

Kalau lah adik ingin mutiara
Selam saja didalam lautan
Kalau adik ingin hidup bahagia
Alamilah dulu penderitaan

Untuk apa berkain batik
Kalau tidak dengan bajunya
Untuk apa punya pacar yang cantik
Kalau tidak setia dan jujur hatinya

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Maret 2012 in Pantun