RSS

BACK TO 1995 ( part 3 )

09 Mar

Inilah cerita anak manusia
Yang selalu menanggung derita
Tiada sesaat pun mengecap bahagia
Bagaikan hidup berkabung duka

Beginilah nasib suratanku
Tanpa kekasih disampingku
wahai batapa malang nian nasibku
Demikin remajaku pun jadi kelabu

Bercucuran air mataku
Bila aku kenang nasibku
Tapi tuhan maha tau
Hamba tak boleh menggerutu

Tapi janganlah selalu berputus asa
Karena tuhan pasti mendengar kita
Nasib buruk ada akhirnya
Bila diikuti doa dan usaha yang nyata

Usaha dan asa kan slalu ada
Pasti dapat mengubah nasib sengsara
Karena tuhan amat pemurah
Yang selalu mendengar doa dan pinta

Tunggu-tunggu bulan puasa
Menunggu hari bahagia malam lebaran
Tunggu-tunggu abang yang berputus asa
Jangan menunggu abang yang penasaran

Enam lima empat dan tiga
Delapan dan satu jadi sembilan
Gadis jelita siapa gerangan yang punya
Bolehkah abang ingin berkenalan

Kalau tuan mandi kehulu
Ambilkan hamba bunga kamboja
Kalau tuan mati dahulu
Nantikanlah hamba dipintu sorga

Malam ini merendam jagung
Malam besok memasak kedelai
Malam ini kita berkampung
Malam esok kita kan bercerai

Kalau adik naik kereta
Jangan lupa singgah distasiun
Jangan dikira abang dapat bercerai lama
Tak jumpa sehari rasanya setahun

Bertanam sagu didarat jebus
Memotong padi disungai Jambi
Kalaulah tumbuh kacang yang direbus
Barulah abang ingkar janji

Kucing kurus mandi dipapan
Papan juga sikayu jati
Badanku kurus bukan tak makan
Tapi selalu memikirkan sijantung hati

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Maret 2012 in Pantun

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: