RSS

Arsip Kategori: Puisi dan Syair

PUISI ISLAM (by Gus Mus)

puisi-islam

Islam agamaku, nomor satu di dunia
Islam benderaku, berkibar dimana-mana
Islam tempat ibadahku, mewah bagai istana
Islam tempat sekolahku, tak kalah dengan lainnya
Islam sorbanku
Islam sajadahku
Islam kitabku
Islam podiumku, kelas eksklusif yang mengubah cara dunia
memandangku
Tempat aku menusuk kanan-kiri
Islam media-massaku, gaya komunikasi islami masa kini
Tempat aku menikam sana-sini
Islam organisasiku
Islam perusahaanku
Islam yayasanku
Islam instansiku, menara dengan seribu pengeras suara
Islam muktamarku, forum hiruk-pikuk tiada tara
Islam bursaku
Islam warungku, hanya menjual makanan sorgawi
Islam supermarketku, melayani segala keperluan manusiawi
Islam makananku
Islam teaterku, menampilkan karakter-karakter suci
Islam festivalku, memeriahkan hari-hari mati
Islam kausku
Islam pentasku
Islam seminarku, membahas semua
Islam upacaraku, menyambut segala
Islam puisiku, menyanyikan apa
Tuhan, Islamkah aku?

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 2 Maret 2017 in Puisi dan Syair

 

MIMPI YANG TERENGGUT

gambar-cowok-emo-galau-menyendiriAku tersentak dari lamunanku seketika, tertegun bak patung yang tak berpahat, bagai tersambar petir di terik mentari. Tanpa terasa airmata mengalir di pipiku yang kusam dan duka menghampiriku.

Hari-hari indah yang telah tercipta bersamamu berubah bagaikan neraka kesengsaraan yang menyakitkan, memo-memo indah yang dulu mengalun indah berubah menjadi bait-bait sumbang dan serak memekakkan telinga. Ayat-ayat kasih yang dulu tertulis di kanvas putih menjadi sobek-sobekan tak bermakna. Tarian-tarian indah berubah bagaikan gerakan orang yang mabuk sempoyongan.

Kau telah merenggut mimpi dari tidurku, kau telah merenggut senyum dari bibirku, kau telah merenggut keceriaan dimataku, kau telah merampas bahagiaku dari hatiku, kau telah merenggut akal sehatku dari benakku, kau telah membunuh asaku dari cita-citaku, kau telah mengubur impianku di samudera yang terdalam. Mampukah aku bangkit kembali dari kemurungan ini? Mampukah aku melanjutkan hidup yang penuh luka ini? Mampukah aku bertahan didalam kebimbangan ini?
Andai kau merasa apa yang kurasa, andai kau mengerti apa yang aku pikirkan, niscaya kau akan selami dan sadari betapa hatiku amat terluka dan tercabik. Namun biarlah semua ini menimpaku, sebab aku sadar betapa aku tak kuasa tuk menggapaimu. Engkau terlalu tinggi untuk kugapai terlalu jauh untuk kuraih. Biarkan kenangan ini menjadi memori pahit yang akan mengingatkan aku betapa sukar dan sulitnya menyanyang orang yang tak pernah menyanyangiku.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 29 Januari 2017 in Puisi dan Syair

 

HANCURNYA HARAPAN KERANA PERBEZAAN

Ketika bayangan mentari kian menghilang
Hatiku menggamit kenangan waktu bertemu
Mengundang sebaknya dadaku rindu padamu
Wajahmu bermain didalam ingatanku
Sunyinya malam yang meresahkan
Memaksa tidurku tidak lena
Rinduku bukannya diciptakan usah kau ragukan

images.jpgaasaas
Ketika masa yang berlalu mengubah hari
Hatiku semakin meronta resah selalu
Bertanya mengapa diriku kian merindu
Padamu kekasih hati yang amat kusayang
Bagaikan daun-daun yang layu
Andainya engkau hilang dariku
Unggas yang kepatahan sayapnya
Itu yang terjadi padaku
Titisan embun yang berguguran
Menambah kedinginan tubuhku
Mengenang hebatnya rinduku padamu
Membuat aku pilu ……………..

Malamku bertemankan sendu
Diiringi sebak didadaku
Menanti tibanya sejuta harapan
Dalam kepayahan robohlah impian
Kerana jarak yang membezakan
Meminta pengorbanan…….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Februari 2013 in Puisi dan Syair

 

PATAHNYA SAYAP-SAYAP MALAM

saaayap

Serasa bak petir menyambar

Dan bagai diterpa angin taufan yang hebat

Saat kudengar pengakuan kata

Yang terlontar dari hatimu

Yang membuatku terasa nyawa telah meninggalkan

Tubuhku seketika…

Sejuta harapan telah musnah sudah

Kapal impian telah sudah pun karam

Anganku terbang entah kemana

Pelita dan suluh telah padam

Oooohhhhhh… Robb…kenapa ini harus terjadi padaku..???

Kenapa dengan dahsyat aku dilemparkan ?

Kenapa rinduku dicampakkan ?

Kenapa harapanku diasingkan ?

Harus bagaimana lagi kupujuk hatiku ini

Kemana lagi kubawa lara dan duka ini

Yallah cabut nyawa dan sudahi saja hidupku

Agar sakit ini tidak terasa lagi,,,

Engkau yang kusayang

Sandaran sejuta harapan

Naungan sejuta impian

Kenapa tiada mengerti

Dan tiada tempatku dihatimu

Kini malam-malamku kian kelam

Tanpa bintang dan cahaya

Ingin ku pergi jauh namun..

Apalah dayaku sayap-sayap cintaku

Telah patah terkulai

Hanya menangis menghiba

Tiada siapa yang peduli….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Februari 2013 in Puisi dan Syair

 

RAHASIA HATI

images.jpgkhhJauh disudut hati nan dalam, menggores jiwaku yang saat ini tak berketentuan.

Detik – detik masa mengiringi hidupku yang kian lama maka sarut.

Arti tujuan hidup yang hakiki hingga detik ini belum aku temui .

Hingga langkahku gontai diterpa badai prahara.

Mutiara yang slama ini kuimpikan tak jua muncul menghampiriku

Padahal sketsa telah kuukir dilembaran-lembaran kusam harianku

Apakah ini sudah guratan nasibku yang harus berjubahkan penderitaan

Dan hari-hariku harus menghitung masa demi masa

Menanti sebuah kehancuran singgasana cinta

Sedangkan dikerajaan hati luka kian menganga menambah kepedihan yang tiada terkira.

Mahkota kehidupan yang selama ini kurajut seakan semakin kusut

Kucuba tuk terus memahami namun hati ini kian tercabik-cabik

Dan kucuba jua lari dari dilematika ini namun kakiku seakan terikat

Oleh mata rantai yang amat kuat

Sehingga aku hanya tertegun menerima segala takdir yang menghampiriku

Puaslah sudah aku mencuba mencaari setitik cahaya

Untuk mengiringi langkah hati

Namun selama ini aku hanya berjalan didalam kegelapan

Tanpa arah dan tujuan ….

Sedangkan suara angin malam seolah mentertawaiku

Yang mabuk bak orang gila meratap bak pengemis

Lalu harus dimanakah lagi harus aku cari pegangan hidup pelabuhan hati yang kian gersang ini ??

Aku yang dahaga akan kasih sayang dan rindu dengan ketenangan

Aku kini laksana sang buta yang berjalan ditengah kemilaunya hamparan cahaya

Kini aku hanya pasrah pada realita dan menanti asa yang tak pernah nyata ….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Februari 2013 in Puisi dan Syair

 

RINDU YANG TERABAI

index.jpguyt

Entah bagaimana harus kuusir bayangmu

yang selalu bergelayut dimataku

dikamar ini kemana mata memandang

terhampar dirimu tersenyum indah

 

sikap mu yang menggoda

membuat aku terlupa pahitnya derita yang aku tanggung

engkau telah melenakan diriku

asyik bermain khayal oleh pesonamu

 

aku terus bermimpi dan bermimpi

dan aku tak ingin terjaga

aku ingin malam berpanjangan

agar aku bisa memeluk bayanganmu

dan tak ingin ku lepaskan lagi

 

engkau telah hadir didalam kehidupanku

mengubah warna guris hidupku

membuat aku terjebak antara dua sisi nan berbeza

realita dan ilusi, kenyataan dan dunia mimpi

 

pertemuan yang tiada tempatnya

menjadikan aku harus memilih

pada pilihan yang menentukan hidupku

namun……

 

apakah kau merasa apa yang kurasa?

atau hadir mu hanya bak desauan semilir bayu

yang seketika membuatku terlena

namun tiba-tiba aku kepanasan bila dirimu berlalu

bersama datangnya siang

 

adakah rinduku ini terjawab atau terabaikan?

tapi apalah daya pungguk yang rindukan bulan

ingin tangan menggapai tapi air mata jua yang terurai

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Februari 2013 in Puisi dan Syair

 

SEBAIT PROSESI HATIKU UNTUKMU

images.jpgjkljDear,,Kekasih Hati..

Terima kasih atas waktumu membaca gurisan dan saduran isi hatiku ini, aku tahu mungkin disaat ini kau telah melupakan atau bahkan mungkin kau telah membenci ku dan muak terhadapku. aku sedari itu semua bukan salahmu, semuanya salah diriku  jua yang terlalu gila dan nekad menyintaimu. namun apalah daya ku hati ini selalu memberontak untuk selalu menyebut namamu. dikamar hatiku yang kosong oleh kasih sayang kini sudah kau huni dan kau diami hingga aku tak mampu untuk mengusirnya. namamu telah bertahta indah disudut hatiku yang masih tersisa oleh pecah-pecahan penderitaan yang aku alami selama ini.

Aku tahu mungkin saat ini aku orang yang paling gila dan paling nekad mencoba mencintaimu, walau aku tahu kau tak mungkin membalas cintaku, walau aku tahu harapanku hampa, walau aku tahu aku hanyalah mengingau dan bermimpi, walau aku tahu ini mustahil… tapi izinkanlah diriku mengatakan semua isi hatiku padamu agar kelak bila aku mati dan ajal menjemputku arwahku akan tenang dan damai dan tiada beban dihatiku.

Wahai Permataku….

Entah siapa yang patut dipersalahkan, aku atau dirimu, namun kita patutlah menyalahkan waktu yang yang baru sekarang mempertemukan aku dan dirimu, kenapa tak dari dahulu aku bertemu dirimu, andai dapat kuundur waktu pasti saat ini aku tak akan sedih dan derita tak menghampiriku. pasti hidupku akan sangat indah bahkan sulit tuk digambarkan walau dari pelukis ternama takkan mampu menyaingi indahnya hidupku andai dirimu dapat menemani hidupku.

Wahai Sang Penghibur Laraku….

Awal mula kita bertemu sudah kurasakan getaran-getaran aneh di nadiku, jantungku berdetak kencang jika aku didekatmu, jarum jam terlalu cepat berputar hingga aku ingin berlama-lama bersamamu.semangat hidupku seakan dicharger ulang jika aku bertemu kamu, dunia menjadi terang, kesedihan mendadak hilang dan dunia serasa penuh dengan aneka bunga syurgawi. jika lama tak bersua denganmu maka aku diserang penyakit yang tiada obatnya. otakku penuh dengan bayanganmu seakan kau berdiri didepanku, lensa mataku dilapisi dengan wajahmu sehingga aku tak bisa lagi melihat objek yang lain karena wajahmu yang sendu dan ayu selalu mengisi urat-urat halus di bola mataku. mengapa aku terlalu mudah untuk jatuh cinta namun begitu gampang pula aku menangis meratap nasib. aku tahu rasa cinta ini terlalu naïf dan takkan menjadi kenyataan. aku tahu aku hanya bermimpi, namun biarlah aku terus bermimpi sampai maut menjagakanku. bermimpi tentang dirimu itu sudah cukup bagiku, karena aku tahu mimpiku takkan mungkin terwujud dan menjadi kenyataan. aku akan terus berkelana dan berjalan dalam naungan mimpi-mimpi semu walau tertatih-tatih tanpa harapan dan asa. karena ku yakin perjalanan ku belum mencapai batasannya, penderitaanku masih panjang dan kesedihanku takkan ada penghujungnya.

Wahai Baiduri Hatiku…

Andainya kau terima dan kau sambut cintaku, aku akan menerjangkan badai menghalau ombak, seribu ranjau kan kulalui, onak dan duri kan ku sisih..aku akan sanggup menanggung resiko berat seumur hidupku walau hanya sedetik aku diizinkan hidup bersamamu. akan aku tinggalkan kehidupanku yang dulu dan menata hidup baru bersamamu. engkau tak tahu aku telah berencana mengatur langkah dan memikirkan dengan hati jernih dan keyakinan yang mantap tinggal menunggu kata iya darimu. aku akan membawa mu pergi jauh berkelana dalam dekapan cintaku yang kian membara membakar keraguan-keraguan yang menghantui hati.

Mengapa kau tabur budi cintamu dihatiku hingga tumbuh indah bersemi dan mewangi menghiasi hidupku, walau kau tak menyadarinya namun kini rasa itu telah menyebar keseluruh sendi dan urat ditubuhku, kau telah menjadi nafas hidupku. dan kau telah merenggut sisa hidupku untuk memikirkan dirimu. coba adik pikir semua yang aku lakukan selama ini terhadap dirimu semua ikhlas ku lakukan didasari rasa cinta, aku tak mengharap balasan harta melimpah. namun aku lakukan dengan perasaan yang dalam dihatiku walau aku tahu aku laksana menegakkan benang yang basah. dan aku tahu pengorbananku takkan sia-sia karena aku juga yakin jauh disudut hatimu yang dalam kau juga memiliki perasaan sama terhadapku walau hanya setitik kecil.

Perhatian dan kasih sayang yang kau berikan padaku telah membuat aku terkubur dan terpasung dalam dalam tarian-tarian cintamu yang mungkin tak kau sadari, namun itulah kenyataan yang sebenarnya yang aku rasakan. mengapa jalan hidupku begitu tragis mencintai seorang gadis disaat seseorang wanita sudah ada didalam kehidupanku? mengapa pula aku merasa mati didalam hidupku, mengapa pula aku merasa hidup kembali jika aku bertemu kamu? mengapa cinta ku ini terlarang? salahkah aku tuk menyintai sesorang dengan setulus hati? dan apakah aku harus bertahan dengan kehidupan lamaku yang kian hari kian hancur?  haruskah aku terus menangis tanpa berusaha bahagia? salahkah aku ingin hidup bahagia? salahkah aku ingin mencari kasih sayang yang selama ini tak pernah aku rasakan? oohhh… Ya Robb…sampai kapan engkau harus mengujiku?

Aku menghiba dan mengemis kepada hatimu… kini di kedua tanganmu telah kau genggam dua benda yang siap kau berikan padaku, ditangan kananmu sekuntum mawar putih bertirai rembulan, dan disebelah tangan kirimu kau memagang sembilu bergagang onak dan duri. terserah apa yang adik berikan padaku, aku akan siap menerima apapun yang kau berikan padaku. air mata sudah biasa mengalir dipipiku, sakit sudah biasa mengoyak hatiku, terasing sudah biasa dalam hidupku. aku hanya laksana jasad yang berjalan tanpa nyawa yang tiada tujuan hidup.

kelak jika kau hidup bahagia betapa senangnya hatiku, aku bahagia kau pernah mampir dihatiku. kau pernah mengisi mimpiku, kau pernah tersebut dilisanku, kau pernah menjadi idolaku. aku akan terus berjalan dan berjalan menelusuri lorong kehidupan yang semakin hari semakin gelap. maka saat ini aku telah siap dan rela jika Allah mencabut nyawaku karena aku telah merasakan kasih sayang semu mu dan semua isi hatiku telah kukatakan.

Wahai penggoda hatiku….

Marah, Pujuk dan Rayu, serta canda bersama mu menjadi kenangan yang tak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku, kau telah menjadi darah dagingku. adalah saat yang terindah jika aku bersamamu, kedamaian yang aku rasakan, hati ini sempat merajuk sendu, sakit memang sakit tapi berubah indah karena aku tak pernah menyesal menangis dan meneteskan air mata untukmu. dunia dan kehidupan kita memang berbeza, yang sampai sekarang ini aku masih tetap berharap perbezaan kita bisa dipersatukan dalam jalinan kasih sayang yamg amat mulia, tapi apalah yang nak mau dikata harapan tinggallah harapan kau tak mungkin menerimaku, kerana perbezaan. sayangku… andaikan dunia ini ada dua akan kubawa dirimu kedunia itu agar tiada lagi perbezaan. kasih… kenapa aku tak berhak mendapatkan cinta tuk kali keduanya. kenapa aku tak tak boleh mendapatkan kasih sayang darimu? sepilu itukah nasibku?

Didalam kamar sepiku ini dengan berurai air mata kutatapi dan kupandangi fhoto mu yang mempesona bak bidadari melambai kepadaku, kuusap wajahmu dan kubelai rambutmu terasa kau menyelinap kerelung hatiku menentramkan jiwaku yang kekosongan. walau gambarmu hanya ada dalam lensa laptopku, namun kau begitu menemaniku melewati malam-malam dingin kesendirianku. Hadirmu terasa amat memberiku arti dan makna begitu dalam. Jika tuhan tak izinkan kita bersama maka aku berdoa dan berharap kita dipersatukan dalam kehidupan yang lain. Namun jika masa itu belum tiba aku akan terus berusaha dan berdoa agar kisah ini menjadi nyata adanya. kisah cinta yang syarat airmata, duka dan nestapa, kisah cinta dua dunia, kisah cinta dua keadaan, kisah cinta pungguk dan rembulan, dan kisah trilogy cintaku.

Sejuta impian telah kulukiskan semenjak hatiku ini telah kau kuasai, dunia khayal terwujud, mimpi-mimpi tercipta. entah apa yang harus aku lakukan terhadap hatiku ini sehingga aku tak mampu menguasainya untuk terus memikirkan mu. Entah mengapa juga aku jatuh cinta kepadamu? aku tak tahu harus berkata apa lagi sebab disekelilingku telah engkau kurung dengan bayanganmu.

Wahai Penyudah Hidupku…

Bila nanti kau telah dimiliki orang lain, dan bukan aku yang engkau pilih, jangan kau bencihi diriku yang sudah terbuang ini. kenanglah aku dalam kesendirianmu. bila kau bahagia aku kan turut bahagia, tapi aku tak rela melihat dirimu menderita. kedua tanganku dan hatiku selalu terbuka untukmu. jika kau perlukan aku datanglah padaku, walau aku hanya melihatmu dari kejauhan. namun ingatkanlah aku dalam setiap doamu. maafkan segala apa yang aku lakukan padamu. yang pasti rasa sayang ku terhadapmu takkan pernah padam dan pudar.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Februari 2013 in Puisi dan Syair